Paper Kajian
Sangkakala 12 Juni 2013
Penyaji : Abdul
Harits
TEORI EKONOMI
KLASIK
Aliran klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permukaan
abad ke 19 yaitu di masa revolusi industri dimana suasana waktu itu merupakan
awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada waktu itu sistem liberal sedang
merajalela dan menurut aliran klasik, ekonomi liberal itu disebabkan oleh
adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk.
Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari pertambahan jumlah penduduk,
tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan perekonomian akan mengalami kemacetan.
Kemajuan teknologi mula-mula disebabkan oleh adanya
akumulasi kapital atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada
pertumbuhan kapital. Kecepatan pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi
rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun
setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (low of
diminishing returus) karena sumber daya alam itu terbatas.
Teori-teori
perkembangan dari beberapa pengamat aliran klasik, diantaranya adalah
1. Francois QuesnayJohn Locke
2. Adam Smith
3. David Ricardo
4. Thomas Robert Malthus
5. John Stuart Mill
6. Lord Keynes
7. David Hume
A.
Pendahuluan
John Adam Smith lahir di Kirkcaldy, Skotlandia, 5
Juni 1723 dan
meninggal di Edinburgh, Skotlandia, 17
Juli 1790 pada umur 67
tahun , adalah seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern.
Karyanya yang terkenal adalah buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth
of Nations (disingkat The Wealth of Nations) adalah buku pertama yang
menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta
dasar-dasar perkembangan perdagangan
bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah salah satu pelopor sistem
ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di
Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal di sana.
Kemakmuran Negara (Wealth of Nations) dan yang lebih kecil
pengaruhnya Teori Moral
Sentimen, telah menjadi titik awal untuk segala pertahanan atau kritik atas
bentuk kapitalisme yang terpenting dalam tulisan Marx dan
ekonomi manusia. Karena kapitalisme laissez-faire seringkali dihubungkan dengan keegoisan tak
terkontrol, ada gerakan baru yang menekankan filosofi moral Smith, dengan
fokus simpati kepada seseorang.
Ada beberapa kontroversi tentang keaslian Kemakmuran Negara Smith; beberapa orang menyangkal hasil
kerjanya hanyalah tambahan biasa kepada kerja pemikir seperti David
Hume dan Baron de Montesquieu. Dan, banyak teori-teori Smith hanya
menggambarkan trend sejarah menjauh dari mercantilisme, menuju
perdagangan-bebas, yang telah berkembang selama beberapa dekade, dan telah
memiliki pengaruh yang nyata dalam kebijakan pemerintah. Namun begitu, buku ini
mengorganisasi pemikiran-pemikiran mereka secara luas, dan tetap menjadi suatu
buku yang paling berpengaruh dan penting dalam bidangnya sekarang ini.
Sangat sedikit
yang diketahui tentang Adam Smith selain dari apa yang bisa dideduksi dari
karya-karyanya yang sudah diterbitkan. Semua paper pribadinya sudah dihancurkan
setelah kematiannya. Dia tidak menikah dan sepertinya mempertahankan hubungan
dekat dengan ibunya, di mana dia tinggal setelah pulang dari Perancis dan
mendahului kematian Smith hanya 6 tahun berselang. Kesaksian kontemporer
menjelaskan Smith sebagai eksentrik tetapi intelektual yang dermawan dan ramah,
kepikunan yang komikal, dengan kebiasaan yang berulang tentang pidato dan
memberi senyuman yang "ramah tanpa ekspresi.” Kesabarannya disebut
memiliki nilai penting dalam pekerjaannya sebagai administrasi Glasgow. Setelah
kematiannya ditemukan bahwa sebagian besar pendapatannya disumbangkan secara
rahasia olehnya.
Telah terjadi
beberapa debat terhadap pandangan relijius dari Adam Smith. Ayahnya memiliki
ketertarikan besar pada Kekristenan dan merupakan sayap moderat
dari gereja Skotlandia (gereja nasional di Skotlandia
sejak 1690). Smith mungkin pergi ke Inggris untuk meniti karier di dalam Gereja Inggris:
pernyataan ini kontroversial dan bergantung pada status eksibisi Snell. Di
Oxford, Smith menolak Kristen dan dipercaya kalau dia pulang ke Skotlandia
sebagai Deis.
Ekonom Ronald Coase, bagaimanpun, telah menantang pandangan kalau Smith
merupakan seorang Deist, menyatakan bahwa, ketika Smith mungkin dihubungkan
sebagai "Arsitek Besar
Alam Semesta", sarjana lain telah "jauh melebih-lebihkan perluasan
sampai di mana Adam Smith telah memasuki sebuah keyakinan dalam sebuah Tuhan
Pribadi". Dia mendasari analisis ini dari sebuah remark dalam The
Wealth of Nations di mana Smith menulis kalau keingintahuan umat
manusia tentang "fenomena luarbiasa dari alam" seperti
"generasi, kehidupan, pertumbuhan dan kematian dari tanaman dan
binatang" telah membuat manusia untuk "memasukkannya dalam akal sehat
mereka". Coase mencatat observasi Smith di mana: "Takhayul
pertama-tama ditujukkan untuk memenuhi keingintahuan, dengan menghubungkan
semua penampakan menakjubkan pada agensi tentang Tuhan". Bagaimanapun,
kepercayaan ini tidak bertentangan dengan Deisme, sebuah sistem kepercayaan
yang memegang ide sekptis tentang Tuhan pribadi.
C. Karya
Tidak lama
sebelum kematiannya Smith menghancurkan nyaris semua manuskrip miliknya. Pada
tahun terakhirnya dia sepertinya telah merencanakan dua keterilmuan besar, satu
dalam teori dan sejarah hukum dan satu dalam ilmu sains dan kesenian. Terbitan
setelah kematiannya Essays on Philoshopical Subjects (1795)
mungkin berisi bagian dari apa yang akan menjadi pembelokan selanjutnya.
The Wealth of
Nations menjadi berpengaruh karena telah dengan
keras membuat bidang ekonomi dan perkembangannya ke dalam disiplin yang
sistematis dan berdiri sendiri. Dalam dunia barat, masih dibincangkan kalau ini
merupakan buku paling berpengaruh dalam subyek tersebut yang pernah
diterbitkan. Ketika buku tersebut menjadi manifestasi klasik melawan merkantilisme (teori di mana cadangan besar dari logam mulia merupakan keharusan bagi suksesi ekonomis), muncul
pada tahun 1776, ada kesadaran kuat untuk perdagangan
bebas baik di Inggris maupun Amerika.
Perasaan baru ini telah dilahirkan dari kesusahan keadaan ekonomi dan
kemiskinan yang diakibatkan oleh Perang kemerdekaan Amerika. Bagaimanapun, pada
saat publikasinya, tidak semua orang lantas yakin pada kelebihan perdagangan
bebas: publik dan parlemen di Inggris masih memakai sistem merkantilisme untuk
beberapa tahun kedepannya.
The Wealth of
Nations juga menolak pernyataan Psiokrat dalam pentingnya lahan, malah, Smith percaya bahwa
buruh merupakan proritas tinggi, dan pembagian buruh akan
berakibat pada kenaikan signifikan pada produksi. Smith memakai contoh dengan
pembuatan jepitan. Satu pekerja bisa membuat duapuluh pin sehari. Tapi jika sepuluh
orang dibagi menjadi delapanbelas langkah yang diperlukan membuat sebuah
jepitan, mereka bisa membuat 48.000 jepitan dalam sehari. Nations sangat
sukses, dan faktanya, hal ini mengakibatkan pengosongan sekolah ekonomi yang
lebih tua dan ekonom lebih muda, seperti Thomas Malthus dan David Ricardo, fokus dalam
memperbaiki teori Smith ke dalam apa yang akan dikenal sebagai ekonomi klasik. Baikekonomi modern dan,
secara terpisah, ekonomi Marxisan bergantung
sekali pada ekonomi klasik. Malthus mengembangkan ruminasi Smith dalam overpopulasi, sedangkan Ricardo percaya pada "hukum besi upah" - di
mana ledakan populasi bisa mencegah upah melewati tingkat yang rasional. Smith
memberi solusi pada kenaikan upah dengan kenaikan produksi, pandangan yang
dianggap lebih akurat sekarang ini.
Satu dari poin
utama The Wealth of Nations adalah pasar bebas, ketika
penampilannya kacau dan tidak teratur, sebenarnya dipandu untuk membuat nilai
yang benar dan bermacam barang oleh "tangan-tangan
tak terlihat" (sebuah
imej yang dipakai Smith dalam Teory of Moral Sentiments, tetapi
pertama kali dipakai dalam esai miliknya, "Sejarah Astronomy"). Jika
sebuah kelangkaan produk terjadi, misalnya, maka harganya naik, membuat marjin
keuntungan yang membuat insentif bagi yang lain untuk masuk ke produksi
tersebut, dan mengatasi kelangkaan. Jika terlalu banyak produsen yang msauk ke
pasar, kompetisi yang meningkat di antara para manufaktur dan
kenaikan penawaran akan menurunkan harga di produk tersebut sampai titik di
mana harga produksinya, harga natural. Bahkan jika
keuntungan sampai kosong pada "harga natural", maka akan ada insentif
untuk memproduksi barang dan jasa, dan semua ongkos produksi, termasuk
kompensasi untuk buruh pemilik, juga dimasukkan dalam harga barang jual. Jika
harga jatuh di bawah keuntungan kosong, produsen akan keluar dari pasar, jika
mereka berada di atas keuntungan kosong, produsen akan masuk ke pasar. Smith
percaya kalau motif manusia seringkali egois dan tamak, kompetisi
dalam pasar bebas akan bertujuan menguntungkan masyarakat seluruhnya dengan
memaksa harga tetap rendah, di mana tetap membangun dalam insentif untuk
bermacam barang dan jasa. Selain itu, dia cemas akan pebisnis dan melawan
formasimonopoli.
Smith dengan
keras menyerang pembatasan antik oleh pemerintah di mana dia pikir batasan
tersebut memundurkan ekspansi industri. Faktanya, dia menyerang hampir semua
bentuk intervensi pemerintah dalam proses ekonomi, termasuk tarif, berpendapat
bahwa hal tersebut membuat inefisiensi dan harga tinggi pada jangka panjang.
Teori ini kemudian dikenal dengan "laissez-faire", yang berarti
"biarkan mereka lakukan", memengaruhi legislastif pemerintah pada
tahun-tahun berikutnya, khususnya selama abad ke 19. (Bagaimanapun dia tidak
melawan pada pemerintahan. Smith menganjurkan edukasi publik bagi orang dewasa
miskin, sistem institusional yang tidak non laba untuk industri swasta, judisiari,
dan pasukan berdiri).
D. Pengaruh
The Wealth of
Nations salah satu usaha terawal untuk
mempelajari bangkitnya industri dan perkembangan ekonomi di Eropa, merupakan
pengawal ke disiplin akademis modern dari ekonomi. Ini memberi salah satu
rasional intelektual paling dikenal untuk perdagangan bebas dan kapitalisme, memengaruhi secara luas tulisan ekonom selanjutnya.
Ada beberapa
kontroversi atas perluasan dari keaslian Smith dalam Wealth of Nations. Beberapa
berpendapat kalau karya tersebut menambah hanya sedikit dari ide yang sudah ada
sebelumnya dari Anders Chydenius (The National Gain 1765), David Hume dan Baron de Montesquieu. Sebenarnya, banyak dari teori Smith hanya menjelaskan
tren sejarah dari merkantilisme dan menuju perdagangan bebas di mana telah
dikembangkan selama beberapa dekade dan memiliki pengaruh signifikan dalam
kebijakan pemerintah. Bagaimanapun, karya Smith merangkum ide mereka secara
komperhensif, dan juga menjadi salah satu buku paling berpengaruh dan penting
saat ini dalam bidang ekonomi.
Smith berada
di peringkat 30 di Daftar orang paling berpengaruh-nya Michael H. Hart.
Dari 13 Maret
2007 ke sana potret Smith muncul dalam £ 20 baru. Dia merupakan orang Skotlandia pertama
yang ditampikan dalam mata uang tersebut oleh Bank of England. Gambar dari nota ini tersedia di website Bank of
England.
Pada 25 Juni
2006, di mana Warren Buffet mengumumkan
kalau dia akan menyumbangkan kekayaannya ke The Bill and Melinda Gates Foundation, dia dihadiahi salinan dari Wealth of Nations Adam Smith
oleh Bill
Gates. Adam Smith merupakan insipirasi dari grup
konservatif dari Missouri, Adam Smith Foundation
E. Karya Besar
ü The Theory of Moral Sentiments (1759)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar